Semakin berkembangnya variasi formasi yang di racik oleh setiap pelatih sepakbola, maka akan semakin banyak role-role baru yang tercipta untuk pemain. Sepakbola adalah olahraga yang dinamis. Ia berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangannya tak hanya dari gaya permainan, tapi juga jenis peran dan posisi seorang pemain.

Dulu, posisi atau peran dalam sepakbola dibedakan dalam 3 bagian. Pemain belakang, pemain tengah dan pemain depan. Simplenya kita mengenal posisi Penjaga Gawang, Bek, Gelandang dan Penyerang. Namun kini posisinya semakin bervariasi mengikuti rolenya dalam sebuah game. Nah sekarang kita akan mengupas dari lini depan.

Jika era awal sepakbola dan awal sepakbola modern pemain depan atau striker identik dengan pemain yang bertugas mencetak gol, maka saat ini pemain depan memiliki varian role yang mungkin sedikit kontradiktif dibandingkan dahulu. Salah satu contohnya posisi pemain yang sering dibicarakan adalah False Nine yang menempatkan pemain depan sebagai penyerang “palsu”.  Posisi False Nine sendiri cukup populer saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 lalu. Selain False Nine, masih banyak lagi posisi-posisi yang ada. 

Yuk kita lihat beberapanya :

1.Target Man

Dalam padanan bahasa Indonesia-nya adalah ujung tombak, juga merupakan pemain yang posisinya berada paling depan dalam sebuah tim. Seorang target man, dalam skema penyerangan, selalu berada di dalam kotak penalti, dan bola hampir selalu diarahkan padanya, terutama melalui umpan-umpan silang.

Tapi, target man kini tak sesederhana itu. Seorang pemain disebut target man tak semata karena posisinya berada paling depan, melainkan juga: punya kemampuan menahan bola, liat dalam menjadi tembok dan pemantul serangan, yang semuanya diabdikan untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya (entang dari sayap atau dari lini tengah) untuk naik ke kotak penalti.

Contoh pemain bertipe target man : Didier Drogba, Zlatan Ibrahimovic, Karim Benzema

2. Poacher

Umumnya, poacher dipahami sebagai pemain yang punya kemampuan membunuh di depan gawang, bahkan walau peluang begitu kecil atau ruang begitu sempit, bahkan ketika dia begitu jarang menyentuh bola.

Pemain disebut poacher biasanya merujuk pemain yang geraknya terbatas, lebih sering berkeliaran di dalam kotak penalti, tidak punya kemampuan yang wah dalam menggiring bola atau mengirimkan umpan, tapi begitu mematikan jika sudah mendapat peluang.

Contoh pemain bertipe Poacher : Fillipo Inzaghi. Dominic Calvert Lewis, Raul Gonzalez

3. Deep-lying forward

Deep-lying Forward (dlf) biasanya memiliki ketangguhan (atribut strength) yang baik dan sedikit kreatif (creativity). Ia juga harus bisa diharapkan saat peluang mencetak gol datang.

Seperti layaknya target man, ia juga cenderung untuk bermain membelakangi gawang lawan dan cenderung lebih banyak menggunakan kaki dibandingkan menggunakan tinggi badannya untuk menyundul bola. Biasanya seorang dlf tidak akan mencetak banyak gol, namun sebagai striker tunggal ia bisa menciptakan peluang dan ruang bagi rekannya untuk mencetak gol.  Deep-lying forward cenderung untuk mundur ke lini tengah untuk menjemput bola, dan kemudian mendistribusikan kembali ke rekannya yang bermain di belakang dia, atau mencoba menahan bola sampai rekan-rekannya bisa bergerak maju ke depannya. Role ini sangat berguna baik kala diterapkan pada striker tunggal maupun pada salah satu striker.

Contoh pemain pertipe Deep-lyinng forward : Harry Kane, Robin Van Persie, Earling Haaland

4. Wide Target Man

Seorang penyerang dengan postur tinggi besar idealnya ditempatkan di tengah sebagai penyelesai akhir. Namun, bagaimana jika penyerang tinggi besar ditaruh di sisi sayap?

Istilah wide target man mengacu kepada seorang pemain yang memiliki attribut target man namun di posisikan di sisi lapangan. Hal ini bertujuan untuk mengacaukan konsentrasi lini belakang musuh dengan membuah role dinamis untuk seorang target man. Sehingga aliran bola akan akan lebih sulit untuk ditebak serta membuka ruang untuk para pemain lain membuat kesempatan.

Contoh pemain dengan tipe ini : Kylian Mbappe, C. Ronaldo, Mario Mandzukic, M. Salah

5. Defensive Forward

Versi ini adalah versi lebih exreme dari Deep Lying Forward, seorang striker dengan versi defensif. Ketika sebuah tim bermain melawan musuh yang jauh lebih kuat, maka pertahanan kita akan selalu membutuhkan bantuan ekstra sebanyak mungkin. Salah satu pilihan adalah meminta striker untuk turun sejauh mungkin dan ikut memberi ‘pressure’ pada lini tengah lawan. Dengan melakukan ini memang serangan tim akan kurang menggigit, namun ini mungkin lebih baik daripada kalah telak dari lawan. Seorang defensive forward membutuhkan stamina dan tackling yang cukup baik, dan bersedia bekerja ekstra keras. Jika dimainkan sebagai striker tunggal maka ia membutuhkan bantuan dari rekan gelandangnya untuk menciptakan peluang. Jika dipasangkan dengan striker lain, maka ia akan berusaha keras mensupport rekannya tersebut.

Contoh pemain dengan tipe ini : Roberto Firminho, Dirk Kuyt

6. Advance Forward

Penyerang jenis ini biasanya sering berdiri sejajar dengan bek lawan terakhir demi mengharapkan umpan terobosan dari rekannya, baik dari gelandang maupun dari partner strikernya. Oleh karena itu ia bisa terisolasi di depan jika tidak dibantu oleh rekan gelandang menyerang atau duetnya sesama penyerang. Advanced forward biasanya cepat, lumayan bagus dalam skil teknik, dan yang pastinya sangat tajam dalam mencetak gol. Advanced forward bisa dibilang “poacher” yang mempunyai skil lebih, ia bisa mundur sedikit jika dibutuhkan untuk memberi tekanan pada centre back lawan ataupun untuk menerima umpan.

Contoh pemain : Fernando Torres, Luis Suarez, Robert Lewandowsky

7. Complete Forward

Complete forward yang serba bisa tak canggung saat diminta menjadi striker tunggal ataupun dipasangkan dengan penyerang lain. Ia bisa bermain membelakangi gawang lawan (back-to-goal) ataupun mencoba ‘menempel’ bek terakhir lawan guna menyongsong umpan terobosan. Intinya, dengan memberinya role ‘complete forward’ berarti memberinya ijin untuk melakukan apapun yang dirasanya perlu untuk membantu lini tengah, mencetak gol ataupun memberi assist kepada rekannya.

Contoh pemain : Lionel Messi, Paulo Dybala,Neymar

Nah, demikian beberapa tipe-tipe striker dan karakteristiknya di sepakbola modern, mungkin ini akan bertambah lagi karena kreativitas dan inovasi formasi di sepakbola. Untuk kamu yang ingin jadi striker handal, yuk pilih dan latih dengan serius karakteristik striker yang “Kamu Banget”!

Other Articles

Leave a Reply