Penjaga gawang identik dengan refleks cepat, kecekatan dalam melakukan penyelamatan dan Sarung tangan kiper. Adapun sarung tangan yang dipakai kiper saat bertanding memiliki dua fungsi yakni melindungi tangan kiper dari cedera dan memaksimalkan tangkapan bola. Namun jika kamu juga sering melihat pertandingan futsal, maka anda akan melihat seorang kiper tak jarang tidak mengenakan sarung tangan.

Futsal memang tidak mewajibkan untuk seorang kiper menggunakan sarung tangan (gloves), sebagian kiper futsal memutuskan menggunakan sarung tangan namun tak sedikit pula kiper futsal yang tidak menggunakan sarung tangan (bare hand).

Ada beberapa alasan mengapa kiper futsal tidak memakai sarung tangan. Pertama ukuran bola futsal lebih kecil daripada bola sepak yang biasanya kita temui. Ukuran bola dalam sepakbola yang lebih besar yaitu minimal keliling lingkaran 68 cm dan maksimal 71 cm membuat penggunaan sarung tangan wajib digunakan untuk mencegah terkilirnya tangan atau jari. Sementara di futsal, ukuran bola cenderung lebih kecil yaitu diameter minimum 62 cm dan maksimum 64 cm. Hal ini membuat kontrol bola lebih mudah menggunakan tangan kosong.

Alasan selanjutnya adalah berdasarkan intensitas permainan, berbeda dengan saudaranya sepakbola, frekuensi kiper futsal dalam berhadapan dengan bahaya serangan lawan lebih intens. Tidak hanya reflek tangan saja, kaki dan hampir seluruh anggota tubuh dituntut untuk sigap mematahkan peluang serangan lawan. Jika sukses mematahkan peluang lawan, kiper juga punya kesempatan untuk menciptakan serangan. Hal ini yang membuat kontrol bola lebih mudah dengan tangan kosong tanpa sarung tangan.

Kemampuan melempar menjadi lebih akurat tanpa sarung tangan. Bayangkan jika menggunakan sarung tangan kiper sepakbola. Butuh waktu beberapa detik untuk menstabilkan pegangan tangan terhadap bola. Sedangkan setiap detik dalam futsalnya bisa mempengaruhi pertandingan.

Sama seperti pendapat Kiper Kolombia, Carlos Nanez yang mengatakan “Tanpa sarung tangan,saya merasa lebih baik ketika memegang bola dan mulai melemparkannya.Ini sangat mudah dan akurat.”

CALI, COLOMBIA – SEPTEMBER 20: Carlos Nanez of Colombia makes a save during the FIFA Futsal World Cup Round of 16 match between Colombia and Paraguay at the Coliseo el Pueblo Stadium on September 20, 2016 in Cali, Colombia. (Photo by Ian MacNicol – FIFA/FIFA via Getty Images)

Selain itu dalam futsal, banyak sekali tendangan yang berasal dari jarak dekat sehingga seorang kiper harus menepis tendangan itu dan berusaha agar bola tersebut keluar.Dalam kejadian ini memang lebih baik daripada menangkapnya agar tidak terjadi cedera pada jari-jari tangan tersebut

Lalu bagaimana meminimalisir resiko cedera karena tidak menggunakan sarung tangan? Solusinya kamu bisa menggunakan sarung tangan kiper khusus futsal yang di design lebih kecil dari sarung tangan kiper dalam sepakbola dan tak memiliki pelindung untuk sebagian jari tangan sebagai solusi agar bisa mengendalikan bola lebih mudah. Namun jika masih kurang nyaman dan terbiasa dengan tangan kosong, kiper futsal biasanya menggunakan tapping untuk melindungi jari-jarinya.

Jadi, setelah bisa main futsal lagi bersama teman kamu, sudah siap untuk jadi kiper?

Other Articles

sekolah bola artikel
sekolah bola artikelsekolah sepak bola

Leave a Reply