Sekolah Sepakbola Jakarta – Setelah minggu lalu ProBall News membahas tentang Mengetahui klasifikasi cedera dalam olahraga, Kami akan membahas tentang bagaimana meminimalisir terkena cedera dalam berolahraga.

Cedera memang momok menakutkan bagi semua orang, baik itu bagi atlet olahraga maupun non atlet yang sedang melakukan olahraga. Olahraga dan aktivitas fisik lain seharusnya menyenangkan, namun jika kamu tidak hati-hati cedera dapat menghampiri. Walaupun mencegah semua cedera hampir mustahil dilakukan, ada banyak langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko cedera secara drastis saat berolahraga. Berikut langkah yang bisa kamu lakukan :

1.  Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

Hal berikut ini adalah hal paling penting sebelum memulai dan menutup sebuah sesi olahraga yang niscaya sangat wajib untuk dilakukan. Masing-masing memegang peran penting dalam sebuah proses olahraga. Pemanasan membantu menyiapkan tubuh kamu untuk berolahraga dan akan meningkatkan denyut jantung kamu dan mengendurkan otot serta sendi kamu secara bertahap.

Terdapat beberapa cara untuk melakukan pemanasan, yaitu berlari kecil, mengendarai sepeda, lompat tali, lari di tempat selama 5-10 menit.

Pendinginan setelah berolahraga penting dilakukan untuk menurunkan kembali denyut jantung kamu ke normal. Berjalan santai selama 5-10 menit setelah berolahraga merupakan salah satu cara pendinginan.

2. Gunakan peralatan olahraga yang tepat dan lengkap

Setiap jenis olahraga memiliki peralatan yang berbeda. Pastikan sepatu olahraga kamu sesuai dengan jenis olahraga yang kamu lakukan. Contohnya begini: meski sama-sama main bola, sepatu bola dan sepatu futsal memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Jadi gunakanlah peralatan olahraga yang tepat dan lengkapi juga dengan pelindung yang di butuhkan untuk melindungi bagian tubuh yang rentan cedera.

3. Mulailah dengan perlahan dan jangan memaksakan diri

Saat kamu memulai suatu rutinitas olahraga atau baru saja mulai berolahraga kembali, mulailah dengan perlahan dan tingkatkan intensitas, waktu, dan frekuensi olahraga secara bertahap.

Jangan memaksakan diri kamu untuk melakukan suatu kegiatan olahraga. Selain itu, jangan memaksa diri kamu untuk terus berolahraga walaupun otot atau sendi kamu terasa nyeri. Nyeri dapat merupakan tanda adanya cedera. Bila kamu merasa nyeri, jangan lanjutkan kegiatan olahraga kamu di hari itu dan beristirahatlah selama 1 hari.

4. Istirahat yang cukup sebelum berolahraga

Istirahat adalah hal penting, terutama jika kamu ingin memulai sebuah aktifitas yang melibatkan fisik secara intens. Banyak kasus cedera di dalam olahraga di sebabkan karena istirahat yang kurang dari seorang pemain. Itu mengapa banyak klub profesional yang melakukan peraturan ketat sebelum bertanding untuk pemainnya melakukan istirahat. Memaksakan tubuh yang kurang fit sangat beresiko, karena kamu akan memaksa tubuh yang minim energi melewati batas limit sehingga resiko cedera semakin besar.

5.Lakukan olahraga yang bervariasi

Lakukanlah berbagai jenis kegiatan olahraga, jangan melatih suatu kumpulan otot tertentu dengan berlebihan. Saat kamu melakukan gerakan otot yang sama terlalu sering, maka dapat menyebabkan terjadinya cedera otot dan peradangan pada tendon.

kamu dapat memvariasikan olahraga dengan cara berlari pada hari pertama, kemudian angkat beban pada hari kedua, dan berenang atau bersepeda pada hari ketiga. Dengan demikian, kamu dapat melatih berbagai otot pada tubuh kamu dan mencegah terjadinya cedera.

6. Minum air putih yang cukup

Sebagian besar tubuh kita adalah air, maka dari itu peran air putih sangat penting bagi semua orang. Minumlah air putih sebelum, selama, dan setelah kamu selesai berolahraga. Pastikan kamu mengkonsumsi cukup banyak air putih agar tidak terjadi dehidrasi. Dehidrasi bisa membuat kondisi tubuh kamu melemah dan menghilangkan fokus seorang pemain.

7. Konsultasi dengan pelatih kamu

Sosok seorang pelatih tidak hanya sekedar soal perkembangan skill dan memberikan latihan, namun juga menganalisis kemampuan dan kelemahan fisik seorang pemain yang di latihnya. Pelatih pasti memiliki catatan khusus sesuai analisanya terlepas peran analisa dari pelatih kebugaran tim kamu. Konsultasi dengan pelatih bisa membuat kamu mengetahui hal apa yang bisa kamu perhatikan untuk meminimalisir terkena cedera dalam olahraga. Jangan segan untuk bertanya dan berdiskusi serta merencanakan latihan khusus untuk melatih fisik kamu agar tidak rentan terkena cedera.

Selain tujuh hal di atas, kamu bisa menghubungi dokter sebagai langkah preventif jika kamu mulai merasakan hal yang janggal dalam tubuh kamu dalam latihan. Juga sangat penting untuk selalu memperhatikan apa yang dilakukan saat bermain olahraga atau latihan karena sebagian cedera juga diakibatkan kecerobohan sendiri.

Other Articles

sekolah bola artikelsekolah sepak bola
sekolah bola artikel

Leave a Reply