Kesebelasan asal Skotlandia, Celtic FC, membuat geger jagat sepakbola dunia lantaran memberi kontrak profesional untuk pemain yang masih berusia sangat muda. Masih berusia 15 tahun, Karamoko Dembele atau biasa dipanggil Kaddy, sudah resmi menandatangani kontrak berdurasi berdurasi tiga tahun bersama Celtic, Senin (24/12).

“Celtic dengan berbahagia mengumumkan bahwa Karamoko Dembele telah menandatangani kontrak profesional dengan klub. Kontraknya akan berlangsung sampai 2021,” begitulah bunyi pernyataan klub seperti dilansir dari situs resminya.

“Sangat berarti bagiku untuk memulai karier profesionalku di Celtic. Aku datang ke sini di usia muda, aku akan berperilaku baik untuk membuat mereka semua bangga,” kata Dembele menambahkan.

Dembele dengan cepat mengubah statusnya yang masih tercatat sebagai anak Sekolah Menengah Atas (SMA) di St. Ninans Kirkintilloch menjadi seorang pesepakbola profesional. Tentu dia tidak akan mudah begitu saja mendapatkan tempat bermain di tim utama. Di sesi latihan, ia tetap harus berjuang ekstra keras agar bisa menembus skuat utama Celtic di bawah asuhan pelatih Brendan Rodgers.

 

“Tujuanku adalah untuk bermain di tim utama. Begitu aku bisa melakukannya, maka aku akan berjuang untuk masuk ke tim utama. Sekarang memang masih berada di tim cadangan, tetapi di setiap sesi latihan dan setiap pertandingan, aku mencoba membuktikan diri kepada manajer kalau aku layak dimainkan di tim utama Celtic,” ujarnya dengan yakin.

Sudah Menjanjikan sejak Muda

Kaddy lahir pada 22 Februari 2003 di Lambeth, London Selatan. Kedua orangtuanya berasal dari Pantai Gading. Dia dan keluarganya pindah ke utara ke Skotlandia, tepatnya ke daerah Govan di Glasgow, ketika masih berusia satu tahun. Dirinya masuk ke tim junior Celtic saat usianya masih menginjak sepuluh tahun.

Nama Karamoko Dembele pertama kali dikenal oleh masyarakat Skotlandia pada Maret 2016. Ketika itu dirinya berhasil membantu Celtic mengalahkan bintang-bintang muda dari benua biru lainnya seperti Barcelona, ??Deportivo La Coruna, Lyon dan West Brom di Piala Akademi St. Kevin`s Boys untuk U-13 di Dublin. Kaddy dinobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut.

Pada September di tahun yang sama, ketika berlangsung Piala Bassevelde di Belgia, tim junior Celtic mampu mengalahkan tim junior Borussia Dortmund di final. Lagi-lagi, Kaddy dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Terakhir kali Celtic memenangkan trofi bergengsi tersebut kala Aiden McGeady, kini berusia 32 tahun, menyabet penghargaan yang sama di awal 2000an.

Dahulu pun Kaddy hanya diketahui oleh segelintir penggemar sepakbola di Skotlandia, sampai pada akhirnya di bulan Oktober 2016 dirinya masuk ke dalam skuat Celtic U-20 yang sedang berhadapan dengan Heart of Midlothian. Kaddy masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Jack Aitchison di menit ke-81 dan ikut merayakan kemenangan 3-1 Celtic.

Kaddy memiliki kepiawaian dalam menggiring bola dan menjadikan kaki kirinya sebagai tumpuan utama saat melewati hadangan lawan. Seringkali, Dembele memanfaatkan posturnya yang kecil untuk mengecoh lawan dengan gesit. Lalu sesegera mungkin dirinya meninggalkan jauh lawan-lawannya di belakang dengan kecepatan yang dia miliki.

Awalnya, Tommy McIntyre, pelatih Celtic U-20, membawa serta Kaddy yang berusia 13 tahun ke skuat U-20 lantaran para pemain utama yang dimilikinya sedang bermain di Tim Nasional Skotlandia U-19 saat itu. Namun di sesi latihan dan pertandingan, penampilannya begitu mencuri perhatian.

 

McCart, kepala pelatih junior Celtic, berkomentar terkait penampilan yang dicatatkan Kaddy. Dirinya mengaku senang dan sangat berhati-hati dalam memantau perkembangan pemain muda.

“Kami semua sangat senang melihat Karamoko melakukan debut untuk tim tadi malam melawan Hearts,” kata McCart seperti dilansir Scotsman.

“Faktanya dia mampu bermain melawan pemain yang tujuh tahun lebih senior darinya. Itu memberikan sebuah indikasi adanya kualitas yang dimiliki anak muda ini. Dan juga sangat cocok bahwa dirinya akan menggantikan Jack Aitchison, (pencetak gol termuda yang pernah dimiliki Celtic),” lanjutnya.

“Namun, yang perlu kita ingat adalah, Karamoko baru berusia 13 tahun. Dia diberi kesempatan untuk bermain (semalam) berdasarkan prestasi yang dimiliki, tetapi sangat penting bagi kita untuk melanjutkan perkembangan Karamoko dengan ketepatan yang terukur,” pungkasnya.

Mark McGhee, asisten manajer Timnas Skotlandia, juga mengakui bahwa saat itu ada banyak pembicaraan terkait Kaddy di antara para pelatih tim junior di Skotlandia walaupun, secara pribadi belum pernah melihat remaja tersebut bermain.

“Saya belum melihatnya, tetapi saya pernah mendengar para pelatih muda berbicara tentangnya. Dia seharusnya luar biasa dan fantastis,” kata McGhee.

Secara lebih lanjut McGhee tidak melihat adanya kesalahan dengan membiarkan pemain tampil dalam kelompok umur yang tujuh tahun lebih tua dari pemain tersebut.

“Saya memberi Robbie Keane debutnya pada usia 16 tahun, Emile Heskey debut pada usia 16 tahun,” katanya. “Jika mereka cukup baik, itu tidak menjadi masalah. Semakin cepat membawa para pemain muda maka hal tersebut akan semakin baik. ”

Perkembangan Mental itu Penting

Selain itu, ketika Kaddy berhasil mencatatkan penampilan perdananya di Celtic U-20, banyak pihak yang mengkhawatirkan terkait dampak mental dan fisiknya yang terlalu cepat berkembang. Bahkan seorang jurnalis, Graeme Macpherson, pernah menuliskan opininya di HeraldScotland bahwa sudah banyak kisah terkait talenta muda yang gagal memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

“Sekarang dia (Karamoko Dembele) sudah menjadi sorotan, akan banyak keributan dari klub-klub di seluruh dunia untuk mendesaknya menandatangani kontrak profesional. Kekayaan dan banyak harta akan menggiurkan baginya.”

“Islam Feruz adalah sebuah perbandingan yang jelas dari wonderkids Celtic yang bersinar terang sebelum memudar dengan cepat. Bagaimanapun itu, Karamoko akan menemukan jalannya sendiri. Harapannya adalah dia akan melakukan itu ketika dirinya sudah siap.”

Brendan Rodgers juga mengakui kredibilitas dan potensi yang dimiliki pemain tersebut. Rodgers sendiri tidak akan memaksakan perkembangan Kaddy dan akan membiarkan remaja 15 tahun tersebut menentukan pilihan sesuai keinginannya sendiri.

“Dia anak-anak, dia masih `bayi`,” ujar Rodgers kepada Daily Mail. “Dia anak yang berbakat dan sangat beruntung baginya memiliki keluarga yang baik. Dia hanya perlu dibiarkan sendiri untuk terus berkembang. Semoga dia bisa mencapainya, dan membuat langkah-langkah yang kita semua harapkan.”

“Saya pernah membawanya untuk satu sesi latihan di awal kedatangan saya. Ketika saya tiba, saya mendengar tentang bakatnya. Itu adalah sesi latihan yang ringan dan Anda dapat melihat seberapa kecil dia,” lanjut Rodgers

“Dia jelas berbakat tetapi dia masih sangat muda dan akan ada begitu banyak perkembangan yang harus dilaluinya untuk terus maju dan menjadi seorang pemain,” terang Rodgers.

Bagian psikologis dari sepakbola akan selalu membuat Brendan Rodgers terpesona. “Saya pikir banyak pekerjaan yang masuk ke dalam teknis, taktis, dan jelas fisik, tetapi aspek mental adalah tentang bagaimana menghindari dari tekanan, stres, dan konsistensi. Itu jelas kuncinya. Saya cenderung fokus pada hal itu,” tutup Rodgers.

Catatan pengalaman Kaddy tidak terbatas di atas klub saja. Dia pernah mencicipi atmosfer membela tim nasional. Tim Nasional Inggris U-15, Skotlandia U-16, dan U-17 pernah dibelanya. Total 11 kali penampilan dicatatkan Dembele ketika mentas dengan dua timnas junior tersebut.

Other Articles

Uncategorized

Leave a Reply